BUKU TAMU MUSIUM PERJUANGAN Oleh : Taufiq Ismail

Apr 30, 2010








Pada tahun keenam
Setelah di kota kami didirikan
Sebuah Musium Perjuangan
Datanglah seorang lelaki setengah baya
Berkunjung dari luar kota
Pada sore bulan November berhujan
dan menulis kesannya di buku tamu
Buku tahun keenam, halaman seratus-delapan

Puisi Rustam Effendi KOLAM

Di tengah
kolam yang indah
tenang,
berenang
seekor gangsa
Sayapnya putih
bulunya jernih,
jernih
biji matanya
Bak pulai
leher semampai

Puisi Sajak Sebatang Lisong karya WS. Rendra (Video)

Apr 28, 2010





Saat sang Burung Merak beraksi






Puisi KUCING Sutardji Calzoum Bachri_ (Video)


Sutardji Calzoum Bachri saat membaca puisi Kucing

Cerpen Air Raya oleh Azhari

Apr 26, 2010

Setiap air raya tiba perahu ini akan tumbuh, pikirnya. Memanjang beberapa depa. Sungguh, buritan itu akan gemuk nantinya. Palka melebar. Tiang yang baru saja ditancap akan menjulur menusuk langit menumbuhkan tangga serupa dahan tempat di mana kelak dia akan naik dan meneriakkan hoooi. Dia akan menyusul perahu Nuh.

Perahunya tak akan memuat banyak orang. Karena yakin perahunya tak bisa tumbuh secepat itu. Kapal ini akan tumbuh perlahan-lahan. Sementara dia harus bergegas menyusul perahu Nuh.
Seperti gegas air yang mengalir deras di saluran belakang rumah: tempat di mana dia akan memulai pelayaran mengejar perahu Nuh. Karena itu dia tak akan mengajak ibu dan segala binatang untuk naik serta berlayar bersamanya. Ibu harus menjaga rumah, menunggunya pulang berlayar. Sementara dia tak sanggup mengumpulkan berpasang-pasang binatang untuk ikut serta. Perihal bahwa dia akan pergi sendiri mengejar perahu Nuh, dia sudah meyakinkan ibu. Ibu memaklumi saja sekaligus mengatakan bahwa Nuh dulu juga demikian, meninggalkan seorang perempuan dalam pelayarannya.

Cerpen Vampir oleh Intan Paramaditha

Bacalah ia dari belakang dan kau akan menemukan aku.

Kami datang dari tempat yang sama, sempit, gelap, basah, merah. Tapi ia tak menginginkanku karena ia kira aku menyusu ibu serigala.

Sebenarnya dulu aku tak pernah bercita-cita menjadi sekretaris. Jika ditanya apa cita-citaku semasa kecil, aku selalu mengatakan ingin jadi dokter, seperti juga ribuan anak kecil lainnya. Tapi saat aku tumbuh dewasa, ibuku mengamati sifatku yang rajin dan serba teratur. Aku suka membuat daftar pelajaran, anggaran uang jajan, atau daftar belanja. Aku tergila-gila pada pengelompokan. Di kamarku ada kotak-kotak khusus untuk kaset dengan aliran musik berbeda. Aku bahkan tahu baju apa yang akan kupakai hari Jumat dua minggu mendatang. Kata Ibu, “Kau lebih cocok jadi sekretaris ketimbang dokter.”

Cerpen Bunga dari Ibu oleh Puthut EA

Apr 25, 2010

Karena jarak, kami hanya saling mengirim tanda lewat bunga. Ibu yang memulai dulu, waktu itu aku baru menempati rumah kecil yang sampai sekarang uang cicilannya masih menempati daftar potongan pertama di slip gajiku. Waktu itu ibu bilang, “Kamu tidak mungkin sering-sering mengunjungiku, kalau mau melihat keadaanku, lihat saja bunga ini.” Sambil berkata seperti itu, ibu menunjukkan padaku sebuah pot dengan tanaman bunga yang mungil dan indah. Lalu, aku meletakkannya di samping jendela kamarku. Begitu bangun pagi, tumbuhan itu yang pertama kulihat untuk memastikan keadaan ibu, baru kemudian aku menyiramnya ketika hendak berangkat bekerja.

PuisiWS. Rendra " Revolusi" (Video)

WS. Rendra

Mengenang Si burung Merak WS Rendra







Taufik Ismail Doa Untuk negeri (video)


Sebernarnya sudah cukup lama puisi ini dibaca oleh beliau  Taufik Ismail namun apa salahnya kita mendengarkan lagi beliau membaca puisi...


Doa Untuk Negeri


Puisi Taufik Ismai "Rokok"

Apr 23, 2010

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.
 


AKULAH SI TELAGA Oleh : Sapardi Djoko Damono

Apr 22, 2010

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja
-- perahumu biar aku yang menjaganya

ANGIN, 1 Oleh : Sapardi Djoko Damono


angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut ke sudut dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika mendengar suara nabi kita Adam menyapa istrinya untuk pertama kali, "hei siapa ini yang mendadak di depanku?"
angin itu tersentak kembali ketika kemudian terdengar jerit wanita untuk pertama kali, sejak itu ia terus bertiup tak pernah menoleh lagi
-- sampai pagi tadi:

Puisi Aku Ingin oleh : Sapardi Djoko Damono

Apr 20, 2010

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

Cerpen Mati Kangen oleh Hanna Sayarashi

Apr 18, 2010


Entah sudah berapa pekan anjing itu duduk meringkuk di sandaran sofa. Badannya mulai kurus, wajahnya kuyu, sorot matanya menerawang jauh menusuk kaca jendela, menembus rimbunnya daun tanaman pembatas halaman, merayap ke arah garis-garis di kaki langit.
Tak ada yang mampu membuat anjing itu menoleh dan mengalihkan arah tatapan matanya. Makanan dan mainan yang kami sodorkan hanya sejenak diendusnya, sebelum ia melenguh pelan, menaruh lagi moncongnya ke bilah teralis jendela, lalu mengarahkan pandangan mata ke arah kejauhan. Bahkan air minum yang kami sediakan pun hanya sesekali dijilatnya seolah ia sudah tidak berhasrat lagi menikmati segarnya penopang kehidupan.

Cerpen Meniti Sepi, Menanti yang Pergi oleh Isbedy Stiawan ZS

Apr 14, 2010

Kau tidak juga tersenyum, padahal sudah berulang kubikin lelucon di hadapanmu. Ada apa sebenarnya denganmu? Berbagai cerita bernuansa humoris yang kuingat telah kukisahkan semenarik mungkin. Tapi, kau tetap tak tertawa. Apa yang telah terjadi padamu?

Malam telah berganti beberapa kali. Siang berulang melepas mantel benderangnya: kembali ke pekat. Tinggal kita di rumah ini. Sepi terasa. Waktu seperti merangkak pergi dan singgah. Sesungguhnya, apa yang kau pikirkan? Tentang anak-anak yang meninggalkan rumah ini dan menetap di kota lain? Kawin dan beranak? Hanya surat-suratnya yang kemudian menjumpai kita, katanya, melepas kangen?

Puisi Gadis Peminta-minta oleh Toto Sudarto

Apr 10, 2010


Setiap kita bertemu, gadis kecil berkalung kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah Padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku hilang, tanpa jiwa

Ingin aku ikut, gadis kecil berkalung kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayang riang

GUGUR DALAM PENCEGATAN TAHUN EMPATPULUH-DELAPAN – Taufiq Ismail

Demikian cerita kakek penjaga

Tentang pengunjung lelaki setengah baya

Berkemeja dril lusuh, dari luar kota

Matanya memandang jauh, tubuh amat kurusnya

Datang ke musium perjuangan

Pada suatu sore yang sepi

BAYI LAHIR BULAN MEI 1998 -Taufik Ismail

Apr 9, 2010

Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga
Suaranya keras, menangis berhiba-hiba
Begitu lahir ditating tangan bidannya
Belum kering darah dan air ketubannya
Langsung dia memikul hutang di bahunya
Rupiah sepuluh juta

Tahajjud Cintaku – Emha Ainun Najib

Mahaanggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Mahaagung ia yang mustahil menganugerahkan keburukan

Apakah yang menyelubungi kehidupan ini selain cahaya
Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya takditerima

Kecuali kesucian tidaklah Tuhan berikan kepada kita
Kotoran adalah kesucian yang hakikatnya tak dipelihara

LARUT MALAM SUARA SEBUAH TRUK Oleh : Taufiq Ismail

Sebuah Lasykar truk
Masuk kota Salatiga
Mereka menyanyikan lagu
'Sudah Bebas Negeri Kita'
Di jalan Tuntang seorang anak kecil
Empat tahun terjaga :
'Ibu, akan pulangkah Bapa,

sajak Surat Cinta Oleh WS Rendra



Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur yang gaib,
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah,
Wahai, dik Narti,
aku cinta kepadamu !
Kutulis surat ini
kala langit menangis
dan dua ekor belibis
bercintaan dalam kolam

Cerpen Bulan Terbingkai Jendela oleh Indra Tranggono

Apr 8, 2010

Perempuan itu membuka gorden jendela. Angin malam menyisir rambutnya yang memerak dibakar usia, menerpa kerut-merut wajah yang dipahat waktu. Bertiup dari perbukitan yang jauh, angin itu seperti pengembara abadi yang setia mengunjunginya malam-malam begini. Itu memang kurang baik bagi dirinya yang sering batuk-batuk. Tapi ia toh nekat. Ia percaya, sehelai syal yang melilit di lehernya mampu melindunginya dari terpaan angin malam. Kemesraan yang menyakiti? Ah, tidak juga. Bertahun-tahun ia menjadi sahabat angin, toh aman-aman saja. Kalau sedikit batuk, itu tak lebih dari ongkos yang harus ia bayar buat mengagumi ketegaran dan kesetiaan angin yang tetap saja bertiup, entah sampai kapan.

BAGAIMANA KALAU – Taufiq Ismail

Bagaimana kalau dulu bukan khuldi yang dimakan Adam,
tapi buah alpukat,
Bagaimana kalau bumi bukan bulat tapi segi empat,
Bagaimana kalau lagu Indonesia Raya kita rubah,
dan kepada Koes Plus kita beri mandat,
Bagaimana kalau ibukota Amerika Hanoi,
dan ibukota Indonesia Monaco,

Tahajjud Cintaku – Emha Ainun Najib

Apr 7, 2010

Mahaanggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Mahaagung ia yang mustahil menganugerahkan keburukan

Apakah yang menyelubungi kehidupan ini selain cahaya
Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya takditerima

Kecuali kesucian tidaklah Tuhan berikan kepada kita
Kotoran adalah kesucian yang hakikatnya tak dipelihara

LARUT MALAM SUARA SEBUAH TRUK Oleh : Taufiq Ismail

Sebuah Lasykar truk
Masuk kota Salatiga
Mereka menyanyikan lagu
'Sudah Bebas Negeri Kita'
Di jalan Tuntang seorang anak kecil
Empat tahun terjaga :
'Ibu, akan pulangkah Bapa,

JUDUL SKRIPSI PENDIDIKAN EDISI 2

Apr 6, 2010

1. RENCANA KARIR DIKAITKAN DENGAN KONSEP DIRI DAN INFORMASI KARIR (STUDI ANALITIK TERHADAP SISWA KELAS III SMA NEGERI DIKOTAMADYA MANADO DAN KAB SANGIR TALUD), 88
2. MANAJEMEN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN DI SMU MATHLA’UL ANWAR PUSAT MENES KAB. PANDEGLANG
3. PENGARUH PENGGUNAAN MACAM KALIMAT DAN BENTUK ILUSTRASI LEMBAR INFORMASI PERTANIAN (LIPTAN) PADA PENINGKATAN PENGETAHUAN PPL DI KAB. BOGOR
4. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PELATIHAN PAMONG BELAJAR SKB DI BPKB PROPDIY
5. KOSONG
6. STATUS GIZI ANAK UMUR 4-5 TAHUN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DI PEDESAAN KAB SLEMAN PROP DIY

Pahlawan Tak Dikenal – Toto Sudarto Bachtiar

Apr 5, 2010

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

Sajak Rajawali – W.S. Rendra

sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri

rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti

Seribu Masjid Satu Jumlahnya – Emha Ainun Najib

Satu

Masjid itu dua macamnya

Satu ruh, lainnya badan

Satu di atas tanah berdiri

Lainnya bersemayam di hati


Tak boleh hilang salah satunyaa

Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu

Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu

Masing-masing kepada Tuhan tak bisa bertamu

JUDUL SKRIPSI PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA edisi 7

1. UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS DESKRIPSI TEKNIS DENGAN PENDEKATAN PROSES SISWA KELAS IV A SDN KASONGAN BANTUL. 07
2. PENOKOHAN ROMAN HARIMAU! HARIMAU! DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENGAJARAN SASTRA DI SMA. 86
3. TINJAUAN MORAL TOKOH-TOKOH NOVEL “SEBUAH ILUSI” KARYA MARGA T. ,97
4. TINJAUAN HIKAYAT NABI MENGAJAR FATIMAH DARI SEGI BAHASA DAN PENDIDIKAN SERTA HUBUNGANNYA DENGAN PENGAJARAN SASTRA. 82
5. NILAI-NILAI MORAL DAN SOSIOBUDAYA DALAM AUTOLOGI CERPEN “KELAPA NAN SEBATANG”.98
6. ANALISIS STRUKTUR CERPEN-CERPEN BERHALA KARYA DANARTO DAN UNSUR KRITIK SOSIAL YANG DOMINAN. 93

JUDUL SKRIPSI PENDIDIKAN EDISI 1

1 PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI BERPRESTASI, DAN KOMPENSASI TERHADAP KEDISIPLINAN GURU SEKOLAH DASAR/2005
2 PENDIDIKAN SEKS REMAJA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM/2004
3 EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PELATIHAN PAMONG BELAJAR SKB DI BPKB PROPINSI DIY/2000
4 KEEFEKTIFAN MANAJEMEN LABORATORIUM SMP NEGERI DI KABUPATEN BANTUL/2006
5 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA GURU SLTP NEGERI DI KECAMATAN BANTUL/2006
6 BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU IPA DI SMP SWASTA KABUPATEN BANTUL/2006

Tahanan – W.S. Rendra

Apr 2, 2010

Atas ranjang batu
tubuhnya panjang
bukit barisan tanpa bulan
kabur dan liat
dengan mata sepikan terali

Di lorong-lorong
jantung matanya
para pemuda bertangan merah
serdadu-serdadu Belanda rebah

JUDUL SKRIPSI PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA edisi 6

1. KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KATA PENGHUBUNG BAHASA INDONESIA SISWA KELAS II SMA KATHOLIK FRATERAN MALANG TAHUN AJARAN 1990/1991., 1990
2. GEOGRAFI DIALEK BAHASA JAWA DI KECAMATAN TEMPEH KABUPATEN LUMAJANG., 1992
3. KEMAMPUAN MEMAHAMI MAKNA KATA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VI SD NEGERI PERCOBAAN MALANG TAHUN 1989/1990., 1991.
4. KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA (PERIBAHASA) SISWA KELAS II SMA NEGERI SUTORAYAN BLITAR TAHUN AJARAN 1990/1991., 1992
5. DESKRIPSI AKAR KATA PADA KATA BAHASA MADURA DIALEK BANGKATAN TAHUN 1992/1993., 1992
6. KEMAMPUAN MEMAHAMI KALIMAT DA KALUSA SISWA KELAS III RUMPUN KEUANGAN SMEA NEGERI CEPU KABUPATEN BLORA TAHUN AJARAN 1991/1992., 1992
7. PENGARUH PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA DI SMEA MUHAMMADIYAH KUTOREJO MOJOKERTO., 1991

Kerendahan Hati – Taufiq Ismail

Apr 1, 2010

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Sepenggal Puisi Cak Nun – Emha Ainun Najib

sayang sayang kita tak tau kemana pergi
tak sanggup kita dengarkan suara yang sejati
langkah kita mengabdi pada kepentingan nafsu sendiri
yang bisa kita pandang hanya kepentingan sendiri

loyang disangka emas emasnya di buang buang
kita makin buta yang mana utara yang mana selatan
yang kecil dibesarkan yang besar di remehkan
yang penting disepelekan yang sepele diutamakan

Sajak Seorang Tua Untuk Isterinya – W.S. Rendra

Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan.

Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
Suka duka kita bukanlah istimewa
kerna setiap orang mengalaminya.

BIKIN PIN YUK

BIKIN PIN YUK
Bikin pin untuk aksesoris dan souvenir

Statistik