Kusertakan pagi dg selembar kertas putih
Kuisikan dengan kata yg lugas dan jelas
Kulantunkan kata yg tak asing dan meragu
Kurangkai bersama nafas-nafas yg masih berat...
...Jariku menari seperti menikmati
suasana hening yg terbangun
Huruf yang terlarut dari kegundahan
Terangkai seperti makna musik blues
melodi ini tertuju pada petikan terakhir
Menyayat dan rumit
sulit namun terpuaskan
By Prima Luqman Prasetya
Label: Puisiku
Tersekap pada tanda
Mulai akrab dengan larva-larva
lembut namun lahir dari rasa busuk
rantai besi yg merenggut mengunci denyut
menyekap asap yg harusnya terlihat sebagai tanda
nyala-nyala gempita tergolek dalam saku
didalamnya hanya ada segumpal abu
dari rangkaian rindu dan kesendirian
Label: Puisiku
Bila pada bagianku
Rendahnya suhu datangnya hujan
Begitu pula sarang laba dan perginya merpati
Jari-jariku kaku
menengadah tersungkur pilu
Akarnya dalam kini benalu
bagianku sebatas tilas
setapak belerang .....
Label: Puisiku
Dongeng Bende Wasiat

Harimau sedang asyik bercermin di sungai sambil membasuh mukanya. "Hmm, gagah juga aku ini, tubuhku kuat berotot dan warna lorengku sangat indah," kata harimau dalam hati. Kesombongan harimau membuatnya suka memerintah dan berbuat semena-mena pada binatang lain yang lebih kecil dan lemah. Si kancil akhirnya tidak tahan lagi. "Benar-benar keterlaluan si harimau !" kata Kancil menahan marah. "Dia mesti diberi pelajaran! Biar kapok! Sambil berpikir, ditengah jalan kancil bertemu dengan kelinci. Mereka berbincang-bincang tentang tingkah laku harimau dan mencoba mencari ide bagaimana cara membuat si harimau kapok.
Label: Dongeng
