20 Des 2011

Kusertakan pagi dg selembar kertas putih
Kuisikan dengan kata yg lugas dan jelas
Kulantunkan kata yg tak asing dan meragu
Kurangkai bersama nafas-nafas yg masih berat...

...Jariku menari seperti menikmati
suasana hening yg terbangun
Huruf yang terlarut dari kegundahan
Terangkai seperti makna musik blues
melodi ini tertuju pada petikan terakhir
Menyayat dan rumit
sulit namun terpuaskan
By Prima Luqman Prasetya

Tersekap pada tanda

Mulai akrab dengan larva-larva
lembut namun lahir dari rasa busuk
rantai besi yg merenggut  mengunci denyut
menyekap asap yg harusnya terlihat sebagai tanda
nyala-nyala gempita tergolek dalam saku
didalamnya hanya ada segumpal abu
dari rangkaian rindu dan kesendirian

by Prima Luqman Prasetya

Bila pada bagianku

Mulai kuhirup sesak biru
Rendahnya suhu datangnya hujan
Begitu pula sarang laba dan perginya merpati

Jari-jariku kaku
menengadah tersungkur pilu
Akarnya dalam kini benalu
bagianku sebatas tilas
setapak belerang .....


by Prima Luqman Prasetya

Dongeng Bende Wasiat

18 Des 2011


Harimau sedang asyik bercermin di sungai sambil membasuh mukanya. "Hmm, gagah juga aku ini, tubuhku kuat berotot dan warna lorengku sangat indah," kata harimau dalam hati. Kesombongan harimau membuatnya suka memerintah dan berbuat semena-mena pada binatang lain yang lebih kecil dan lemah. Si kancil akhirnya tidak tahan lagi. "Benar-benar keterlaluan si harimau !" kata Kancil menahan marah. "Dia mesti diberi pelajaran! Biar kapok! Sambil berpikir, ditengah jalan kancil bertemu dengan kelinci. Mereka berbincang-bincang tentang tingkah laku harimau dan mencoba mencari ide bagaimana cara membuat si harimau kapok.

Berlangganan Via Email

Masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

Statistik