Puisi TRAGEDI WINKA DAN SIHKA oleh Sutardji Calzoum Bachri

Feb 19, 2010

TRAGEDI WINKA DAN SIHKA
Oleh :
Sutardji Calzoum Bachri

      kawin
                 kawin
                            kawin
                                       kawin
                                                 kawin
                                                          ka
                                                    win
                                                ka

                                         win
                                   ka
                            win
                      ka
              win
          ka
winka
        winka
                  winka
                           sihka
                                   sihka
                                           sihka
                                                    sih
                                                ka
                                           sih
                                      ka
                                sih
                           ka
                      sih
                 ka
           sih
      ka
           sih
                sih
                       sih
                            sih
                                sih
                                    sih
                                        ka
                                            Ku
Sutardji Calzoum Bachri, O AMUK KAPAK ,1981
Memahami Puisi, 1995
Mursal Esten

Download  

Download  Puisi Cerpen atau Novel yang lain

9 comments:

yomama said...

PUISI APAAN NIH?!!!!!!! JELASKAN?! OH TIDAK!!!!!

kiki said...

apa maksud dari puisi ini ??

Bowo blasteran said...

Ra kamsud

hari untung maulana said...

Puisi tersebut mengisahkan tentang kondisi sebuah hubungan keluarga. Ketika 'kawin' (bermakna) segalanya penuh makna tetapi ketika ada sebuah masalah. kata 'kawin' itu menjadi terpecah. ka dan win... tidak lagi menjadi satu kesatuan. Bahkan, tak lama kemudian kata 'kawin' menjadi kata winka yang tidak bermakna apapun. Lalu sihka yang memang tidak bermakna, adalah situasi ketika tidak ada lagi kasih. Bahkan, akhirnya pun sihka tercerai berai menjadi sih dan ka..... hingga yang tertinggal hanyalah sih-sih-sih, dan terakhir... ditutu dengan kata kaku.

Prima Luqman said...

Terimakasih atas kunjungannya :)

Anonymous said...

Kemarin guru bahasa Indonesia saya memberi tugas mencari Tragedi puisi Sinka Winka, setelah ketemu dan mampir diblog ini, ternyata baru tau kalau didlm suatu karya puisi ada jenis puisi semacam ini. Keren, tp sygnya saya kurg mengerti mksdnya. Btw, thanks yaa bagi admin pengelola blog ini, sgt bermanfaat.

Anonymous said...

Apaan sih gak jelas coba

Anggi Agus said...

thanks mas hari. skarang sya jd mngrti mkna dri puisi tsb.

Herya Bayu said...

Proses mengartikan puisi bisa dikatakan sebagai wujud apresiasi. Apresiasi yang mendalam untuk memahami dan mengetahui maksud dan makna dari penciptaan karya. Makna sebenarnya suatu karya yang tahu adalah penulis atau sang pembuat karya. Apakah untuk mengetahui makna sebenarnya harus bertanya langsung kepada sang pembuat karya? Jawabnya, tidak. Tentu bisa, jika sang pembuat karya masih hidup. Tapi belum tentu akan dijawab. Apalagi jika sudah tiada. Apa harus memaksakan diri bertanya langsung kepada sang pembuat karya? Yang pasti penciptaan sebuah karya puisi atau pun karya yang lain memiliki landasan atau latar belakang tertentu sehingga terwujudkanlah dalam suatu bentuk. Namun, pada akhirnya karya tetaplah sebuah karya yang tidak untuk dinikmati secara pribadi melainkan untuk kalangan luas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Hal ini sama halnya dengan suatu karya karena penciptaannya tidak lepas dari kreatifitas manusia itu sendiri. Jadi manusia dan karyanya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Mengetahui bahwa akhirnya terwujudkannya suatu karya untuk dinikmati oleh kalangan luas, tidak ditutup kemungkinan akan ada pandangan, pendapat, dan pendekatan yang dipakai dan digunakan oleh mereka berbeda dan bermacam. Dari hal inilah dapat dikatakan bahwa pembaca/pendengar bebas mengartikan karya tersebut. Namun, dengan tidak mengesampingkan alasan dan dasar yang kuat dalam mengartikannya.

Post a Comment

Silakan berkomentar, dimohon menggunakan kata yang sopan. Pilihlah Anonym jika anda tidak mempunyai akun blogspot atau google. terimakasih sudah berkunjung

BIKIN PIN YUK

BIKIN PIN YUK
Bikin pin untuk aksesoris dan souvenir

Statistik