ada yang diam-diam menyandar pada dinding
saat waktu melampaui tengah malam
dan kanak bimbang di negeri mimpi
ada yang tergelincir ke kedalaman kabut
saat jalan-jalan mengejang dan kaku
dan batu-batu memasang butiran embun
Showing posts with label Puisi Beni Setia. Show all posts
Showing posts with label Puisi Beni Setia. Show all posts
Puisi Beni Setia - Nasib Sebuah Percakapan
Labels: Puisi Beni Setia
Puisi Beni Setia - Mengapa Hanya Malaikat
satu dua antara belantara (rambut
putih kehilangan hitam), satu dua
kelokan lengang menjelang malam. di ujung
menunggu pedang dengan rajam + rajam
"bila mulut banyak mengunyah, bila lambung
banyak memamah, bila darah hanya berlemak:
apa tak terbaca plakat orang-orang lapar
pada setiap kerut lipat kulit perut?"
Labels: Puisi Beni Setia
Subscribe to:
Posts (Atom)